Mobil Esemka Jadi Mobil Dinas, Berapa yang Dihemat?

TEMPO.CO , Jakarta :- Peneliti bidang korupsi politik dari Indonesia Corruption Watch (ICW),Abdullah Dahlan, mengatakan mobil Kiat Esemka bisa dijadikan kendaraan dinas dan akan memberi banyak manfaat.
Dia membandingkan Kiat Esemka, yang dibanderol Rp 95 juta, dengan Toyota Crown, yang saatini menjadi mobil menteri di Kabinet Indonesia Bersatu II. Setiap unit Toyota Crown dijual seharga Rp 800-an juta. "Coba dikalikan dengan 34 menteri yangada, bisa berapa anggaran dihemat negara?" kata dia, Rabu 4 Januari 2012.
Pernyataan Abdullah itu disampaikan menanggapi langkah Wali Kota Surakarta Joko Widodoyang siap menggunakan Kiat Esemka untuk menggantikan mobil dinas Toyota Camry yang sudah ia gunakan sejak 2005. Selain Jokowi--sapaan akrab Joko Widodo--Wakil Wali Kota SoloFX Hadi Rudyatmo menggunakan mobil ini.
Pilihan Jokowi menggunakan kendaraan SUV rakitan tersebut kemudian mengundang komentar sinis pejabat pemerintah lainnya. Sindiran disampaikan oleh Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo serta beberapa anggota DPR. Beberapa pengkritiknya menggunakan mobil mewah. Para pengkritik dari DPR, contohnya, adalah orang-orang yang memakai mobil mahal sekelas Toyota Alphard yang harganya Rp 800 juta.
Juru bicara Presiden, Julian Pasha, mengatakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tidak melarang Jokowi menggunakan Esemka sebagai kendaraan dinas."Kalau dia mau menggunakan mobil itu, ya, silakan," ujarnya di Istana Negara.
Pemerintah Kota Surakarta untuk sementara mengandangkan Kiat Esemka yang digunakan oleh Jokowi dan Hadi Rudyatmo. Mereka masih harus menunggu perizinan sebelum benar-benar menggunakan Kiat Esemka sebagai kendaraan operasional.
Hadi Rudyatmo menjelaskan, penggunaan kendaraan tersebutselama dua hari terakhir hanya merupakan uji coba sekaligus apresiasi terhadap para pelajar."Mulai hari ini saya menggunakan kendaraan dinas yang biasanya," kata Rudyatmo kemarin.

Tidak ada komentar: