Wiendu Keberatan Bioskop Asing Masuk ke Indonesia

Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri
Pendidikan dan Kebudayaan
Wiendu Nuryanti menyatakan
keberatan atau tidak setuju
rencana masuknya bioskop asing
ke Indonesia karena bioskop
merupakan media yang efektif
untuk mempengaruhi perilaku
penonton.
"Masuknya bioskop asing jelas
berpengaruh terhadap budaya
bangsa, namun masalahnya
apakah berpengaruh negatif atau
positif, karena banyak variabel
yang mempengaruhi," katanya di
Jakarta, Kamis.
Wiendu meminta, semua pihak siap
melindungi kepentingan nasional,
terutama pemerintah, karena
tidak semua hal diserahkan
kepada mekanisme pasar.
"Saya setuju bahwa kompetisi bisa
meningkatkan kualitas, tetapi
pemerintah harus cermat dalam
menerapkan kebijakan, agar
kebijakan yang dibuat tidak
menjadi bumerang bagi
kepentingan nasional," ungkapnya.
Rencana masuknya bioskop asing
ke Indonesia mencuat setelah
Group Lotte Mart dari Korea
Selatan menyatakan minatnya
untuk membangun 100 bioskop di
Indonesia dalam rangka
memperkenalkan budayanya.
Untuk itu, mereka meminta usaha
bioskop dicabut dari Daftar
Negatif Investasi (DNI) Indonesia
agar pengusaha asing bisa masuk.
Wiendu juga menjelaskan, harus
ada pemetaan, mana sektor yang
sudah siap untuk dibuka dan
mana yang belum. "Bagi yang
belum siap, kita harus
melindunginya," ujarnya.
Menurut dia, pemerintah bukan
berarti terlalu protektif, karena
secara bertahap pemerintah
harus mempersiapkannya agar
industri perfilman bisa bersaing di
kancah global.
Khusus untuk industri perfilman,
kata Wiendu, hambatan itu bisa
diterapkan melalui kebijakan fiskal
yang mampu memberikan insentif
bagi industri film nasional untuk
berkembang atau meningkatkan
kualitas sumber daya manusia.
"Sebuah industri juga tidak sehat
jika terus dilindungi, tetapi juga
jangan dibiarkan bersaing ketika
memang belum mampu," tegasnya.
Wiendu memberi contoh, industri
penerbangan, saat ini bisa dibilang
`any one can fly`, karena biaya
penerbangan sudah murah.
Hal ini bisa memberikan nilai
tambah, karena putra-putra
daerah mampu menjangkau
fasilitas-fasilitas pendidikan yang
ada di kota-kota besar dengan
biaya yang murah dan cepat.
Dari sisi ekonomi kreatif, Wiendu
menegaskan, pengeluaran bioskop
dari DNI adalah untuk
meningkatkan nilai investasi.
Tetapi jangan hanya melihat dari
satu sisi saja, karena persaingan
yang tidak seimbang justru akan
membuat salah satu pihak akan
terjerembab, tegasnya.

Tidak ada komentar: