Paskah Suzetta: Kehadiran Nunun Pengalihan Isu

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -
Mantan anggota DPR dari Partai
Golkar periode 1999-2004 yang
menjadi terpidana kasus cek
pelawat, Paskah Suzetta, meminta
media tidak terlalu memgembar-
gemborkan kasus cek pelawat
yang kini fokus pada kehadiran
tersangka Nunun Nurbaeti. Sebab,
hal ini adalah bagian dari
pengalihan isu dari kasus yang
lebih penting.
Demikian disampaikan Paskah
seusai diperiksa sebagai saksi
untuk tersangka Nunun Nurbaeti
di kantor KPK, Jakarta, Jumat
(30/12/211). Namun, Paskah tidak
menjelaskan kasus mana yang
dialihkan tersebut.
Menurutnya, sepanjang mengikuti
perjalanan kasus ini, kehadiran
Nunun terbilang terlambat. Di sisi
lain, hingar-bingar pemberitaan
soal Nunun justru bisa membuat
masyarakat kecewa, karena
dengan pasal yang dikenakan,
maka Nunun akan divonis rendah
di pengadilan.
"Ibu Nunun dipersangkakan Pasal
5 ayat 1 (Undang-undang Tindak
Pidana Korupsi). Itu enggak
mungkin jadi. Kenanya paling yang
Pasal 13 Undang-undang Tipikor.
Artinya, Ibu Nunun ancaman tiga
tahun. Jangan sampai ini di-blow
up sedemikian rupa nanti
masyarakat kecewa," ujarnya.
Bagi Paskah, kehadiran Nunun
dianggap tidak terlalu substansial
karena sejak awal KPK
menggunakan konstruksi hukum
yang tidak sesuai Undang-undang,
sehingga lebih kepada pemaksaan
dan sekadar pengalihan isu kasus
yang lebih penting.
"(Ini sekadar) untuk mengalihkan
isu dari perkara yang sekarang
mulai terbuka. Ini pengalihan isu.
Itu sehingga konstruksi hukumnya
DPP Golkar Profesor Mulyadi
menyatakan ini tidak sesuai
dengan ketentuan Undang-
undang," kata Paskah.
Hingga wawancara berakhir,
Paskah tak menyebutkan kasus
penting yang tengah dialihkan
tersebut. Namun, saat ini sejumlah
kasus besar tengah ditangani
KPK, termasuk kasus dana
talangan Rp 6,7 triliun Bank
Century.

Tidak ada komentar: