Film 'Sampah' Membludak, Film Berkualitas Jarang

REPUBLIKA.CO.ID, TANGSEL – Kepala
Pusat Penelitian Kementerian
Pendidikan dan Kebudayaan RI,
Bambang Indriyanto, mengatakan
saat ini sebagian besar film yang
disajikan dan ditayangkan belum
memiliki kualitas yang baik.
"Sejumlah film kurang berkualitas,
terutama dalam hal pendidikan
bagi pelajar," ujarnya usai
Kampanye Pendidikan Karakter
Melalui Film Berkualitas, di
Universitas Terbuka (UT)
Pamulang, Selasa (12/12).
Tontonan tersebut, kata
Bambang, seringkali tanpa adanya
pendampingan dan bimbingan
orang tua. Hal ini tentunya
dikhawatirkan dapat membentuk
karakter negatif kepada para
pelajar.
Menurut dia, banyak pelajar yang
menonton film tidak berkualitas
tanpa pendampingan orang tua.
Sehingga karakter dalam film itu
dikhawatirkan bisa memengaruhi
karakter pelajar. "Film yang
berkualitas itu sebaiknya memiliki
unsur kejujuran, prestasi,
menampilkan diri sendiri dan
kondisi lingkungan yang baik,"
jelas Bambang.
Sementara itu, Anggota Komisi X
DPR-RI, Teresia Pardede,
mengatakan film anak kecil dan
remaja bisa belajar meniru dan
memerhatikan nilai sosial untuk
diterapkan. "Mereka juga bisa
menyerap pembelajaran motivasi
dalam film, karena setiap
visualisasi dalam film pasti ada
nilai. Untuk itu penting
pengawasan dalam menonton,"
ujarnya.
Meski begitu, pembatasan
tayangan atau film yang kurang
berkualitas diakuinya sangat sulit.
Hal itu dikarenakan ada
kepentingan komersial. "Memang
ini sulit, tapi kita harus optimis.
Karena itu, ini harus menjadi
perhatian kita semua," imbuh
Tere.
Pihaknya juga terus memberikan
dorongan positif kepada sineas
yang masih memiliki nilai idealis
untuk meningkatkan kualitas film
Indonesia. Ia juga berharap agar
guru di sekolah-sekolah daerah
bisa mengembangkan metode
panduan tontonan yang baik bagi
pelajar.
Acara kampanye film yang
mendidik digelar dengan road
show di lima kota besar, salah
satunya di Kota Tangerang
Selatan (Tangsel). Sementara kota
besar lainnya, yakni Makassar,
Temanggung, Lebak dan
Pandeglang. "Apresiasinya sangat
bagus. Ada ratusan siswa SD dan
SMP se-Tangsel yang hadir dalam
acara ini," kata Tere.

Tidak ada komentar: