Artis Tahun 1980-an Herman Felani Terancam Hukuman 20 Tahun Penjara

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Jaksa
Penuntut Umum (JPU) dari Komisi
Pemberantasan Korupsi (KPK),
Selasa (13/12), mendakwa
mantan aktor era'80-an, Herman
Felani terlibat dalam kasus korupsi
di Pengadilan Tindak Pidana
Korupsi (Tipikor) Jakarta. Direktur
PT Global Vision Universal itu
didakwa korupsi dengan cara
memperkaya diri sebanyak Rp4,74
miliar pada proyek pengadaan
filler hukum di Biro Hukum
Sekretaris Daerah (Setda)
Provinsi DKI Jakarta.
"Terdakwa melakukan perbuatan
memperkaya diri sendiri atau
orang lain atau suatu korporasi
yaitu telah memperkaya terdakwa
sebesar Rp4,740 miliar," kata
anggota JPU , Zet Tadung Allo
saat membacakan surat dakwaan
di Pengadilan Tipikor, Selasa
(13/12).
Herman selaku rekanan
menguntungkan dirinya sendiri
dalam empat proyek sekaligus.
Pertama, pengadaan jasa filler
hukum pada biro hukum yang
bersumber dari APBD ABT tahun
anggaran 2006. Kedua, pengadaan
filler hukum pada biro hukum
yang bersumber dari APBD tahun
2007. Ketiga, pengadaan filler
sosialiasi lingkungan hidup pada
Badan Pengelolaan Lingkungan
Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta
yang bersumber dari APBD tahun
anggaran 2007. Keempat,
pengadaan filler sosialisasi
urbanisasi pada Dinas
Kependudukan dan Catatan Sipil
Provinsi DKI Jakarta yang
bersumber dari APBD tahun 2007.
Zet menjelaskan, Herman telah
menjanjikan pemberian komisi 10
persen dari nilai kontak setiap
proyek kepada pihak Pemprov DKI
Jakarta. Herman menyetorkan
uang sebanyak Rp 781,5 juta
kepada Jornal Effendi Siahaan
selaku Kabiro Hukum Setda
Pemprov DKI. Ia juga
menggelontorkan puluhan juta
rupiah kepada pihak-pihak lain
yang berwenang mengurus
proyek pengadaan.

Tidak ada komentar: